Selama disparitas antara BBM bersubsidi dengan BBM non-subsidi masih terlalu jauh/lebar dan sistim pendistribuasian BBM masih dilakukan dengan cara terbuka, maka akan sangat sulit mengontrol pendistribusian BBM non-subsidi. Oleh karenanya disparitas harga harus diperkecil sehingga para spekulan akan berfikir jauh untuk menyelewengkan BBM subsidi.
Dengan penerapan sistim distribusi terbuka, dimana siapa saja dapat menggunakan BBM subsidi, maka kontrol akan sulit dilakukan. Apalagi disparitas harga antara BBM subsidi dan BBM non-subsidi sangat lebar. Oleh karenanya memperkecil disparitas harga tersebut merupakan salah satu cara untuk mempermudah kontrol terhadap pendistribusian BBM subsidi, karena tidak akan banyak spekulan yang bermain didalam menyelewengkan BBM subsidi tersebut.
Dengan sistim distribusi yang masih bersifat terbuka, maka siapapun dapat mempergunakan / membeli BBM subsidi, oleh karenanya sistim distribusi harus dilakukan dengan sistim tertutup serta ditunjang oleh teknologi yang mumpuni didalam pelaksanaannya.
Sementara untuk memperkecil disparitas harga BBM subsidi dan non-subsidi merupakan satu hal yang dikatakan oleh pihak tertentu sangat sulit dilakukan, dengan alasan logis yaitu melihat harga minyak dunia terus mengalami kenaikan.
Indonesiaku Sayang... Indonesiaku Malang....
Indonesiaku butuh Pemimpin berjiwa Nasionalis, Jujur, Cerdas, dan Berkarakter Mulia...
Selamat berjuang "GENERASI PENERUS BANGSA" !!!
Semoga Indonesia menemukan pemimpin terbaik yg dpt membawa bangsa ini menjadi adil mekmur sejahtera utk seluruh rakyatnya...
ReplyDelete